Langsung ke konten utama

Darurat Narkoba dikota Pelajar

Waktu itu saya dan dua teman menghadiri acara seminar nasional bertema "Indonesia Darurat Narkoba" yang digelar di FISIP Universitas Brawijaya. Pemateri seminar tersebut yakni drg. Sudjiarti M.Kes (Kabid Pencegahan Narkoba BNN Jawa Timur), Bpk. Sutiaji (Wakil Walikota Malang), dan Dr. Sholih Mu'adi M.H (Dosen Ilmu Politik UB). 

Indonesia kini disebut dalam kondisi darurat narkoba. Di tahun 2015 diperkirakan pengguna Narkoba Indonesia mencapai angka 5,8 juta hingga 6 juta atau 2,8 % dari penduduk Indonesia. Data lain juga menyebutkan 40 sampai 50 orang Indonesia setiap harinya meninggal karena narkoba.

Jenis dan bentuk narkoba pun makin sulit dikenali. Bahkan sekarang ada jenis Kertas yang ternyata itu adalah Narkoba. Bentuknya sangat unik, lucu, dan itu sangat rentan menjadi bujukan buat anak-anak usia SD. (Baca : Mengenal LSD, Kertas Happy Yang Ternyata Adalah Narkoba).

Jika datanya seperti itu, keraguan apa lagi yang membuat kita tak berani lantang meneriakkan perang setotal-totalnya terhadap narkoba?? Kegamangan mana lagi yang membuat kita canggung bersikap bahwa hukuman mati ialah hukuman yang amat layak untuk gembong dan bandar narkoba??

Malang Darurat Narkoba...

Peredaran narkoba di Kota Malang ternyata juga sangat mengkhawatirkan. Kota Malang merupakan Kota Pendidikan dengan 63 kampus negeri dan swasta. Sehingga arus keluar masuk warga sangat bebas. Selain itu, dari sisi geografis, Kota Malang dianggap strategis dan berdekatan dengan Kota Wisata Batu. Ini menjadi alasan tersendiri bagaimana peredaran narkoba bisa masuk dengan mulus ke kota ini. 

Menurut Sudjiarti, pelajar dari jenjang SMP hingga perguruan tinggi (PT) merupakan sasaran empuk pengedar narkoba. Sebab, pelajar belum matang secara emosional, sehingga lebih mudah dipengaruhi. ”Bagaimana mencegahnya, orang tua memiliki peran utama di sini.

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji juga tidak membantah jika perkembangan narkoba di Kota Malang mengkhawatirkan. Menurutnya, kasus peredaran narkoba di kota Malang paling banyak ditemukan di Kecamatan Lowokwaru". Cukup mengkhatirkan mengingat kampus-kampus ternama di Kota Malang hampir semuanya berada di Kecamatan Lowokwaru, seperti UB, UM, UMM, UIN, Unisma, ITN, ABM, Widyagama. Gajayana. 


Lalu, bagaimana peran Kita sebagai Mahasiswa?


Lomba Desain Kampanye #Tolak Narkoba Karya : Gustian Ri'pi

Pemberantasan narkoba bukan tugas pemerintah atau BNN tapi tugas kita bersama. Kita sebagai mahasiswa seharusnya berperan sebagai social kontrol disini. Tapi sekarang justru banyak mahasiswa yang apatis. Hanya berfokus mengejar ilmu di ruang kuliah untuk kepentingan dirinya. 

Untuk itu, sebagai generasi melek IT. Yuk mari kita buat sebuah Kampanye Tolak Narkoba. Dimulai dari diri kita sendiri yang berusaha untuk menjauhi Narkoba, lalu kita sosialisasikan ke Keluarga, teman, hingga masyarakat. Jaga generasi kita dan penerus dengan mengenali dan aware mengenai isu narkoba!.

Komentar

  1. hmmm, indonesia emang seharusnya udah siaga 1.
    karena sekarang indonesia udah bagaikan surga narkoba..

    BalasHapus
  2. halohaaaa long time no my comment here :D kalo udah bahas narkoba, emang beginilah keadaannya. Generasi muda byk yg rusak karena narkoba :''')

    BalasHapus
  3. itulah kertas yang bisa merusak anak didik kita, harus diberantas itu, makasih mas informasinya,
    jangan lupa mampir ke blog saya mas. untuk tukar pendapat. ditunggu ya

    BalasHapus
  4. Duh.. Makin serem aja nih modus narkoba zaman sekarang :(

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak SMA vs Anak Kuliah

Dulu ketika status saya masih “Anak SMA” , saya pengen banget cepat-cepat lulus, nggak sabar pengen kuliah. Mungkin teman-teman juga banyak yang begitu kan ? hayo ngaku deh . Sekarang setelah menjadi anak kuliahan, eh bukannya senang tapi malah pengen balik lagi ke masa putih abu-abu itu. Belum cukup setahun saya menanggalkan status Anak SMA itu , kenangan manis bersama teman-teman REIGA masih segar dalam ingatan, ah pengen kembali mengulangi kisah itu. “Masa SMA memang masa yang paling alay ngangenin” Back to topic, “ Apa sih bedanya sekolah sama kuliah? Toh sama aja kerjaannya belajar belajar juga” . Memang benar, sekolah dan kuliah memiliki kesamaan yaitu : BELAJAR. Tapi menjadi seorang mahasiswa itu TIDAK MUDAH guys. Banyak tantangan yang harus dihadapi sebagai proses menjadi MANDIRI dan DEWASA . Jujur sih waktu saya SMA udah t erbiasa semua disediakan oleh orang tua. Nah i ni lah yang harus diubah mulai dari sekarang sebagai proses biar nanti nggak repot saat ...

Pengalaman dan Suka Duka Menjadi Asisten Praktikum di Kampus

Sertifikat Asisten  Ada banyak sebutan di berbagai fakultas, Asisten Lab (Aslab)/ Asisten Dosen (Asdos) / Asisten Parktikum (Asprak) yang intinya bertugas untuk membantu dosen saat mengajar mata kuliah ber-praktikum.  Pendaftaran asisten praktikum Desain dan Pemrograman Web di FILKOM UB dibuka setiap semester genap. Untuk mendaftar asisten banyak kriteria dan seleksi yang harus ditempuh. Diantaranya adalah mahasiswa aktif FILKOM UB, pernah menempuh mata kuliah yang dipilih dengan nilai minimal B. Tentu para asisten adalah orang-orang pilihan sesuai kriteria kampus. Aku pertama kali mendaftar asisten saat masuk semester 6 tahun ajaran 2015/2016. Motivasi utama saya mendaftar waktu itu adalah ingin melawan kelemahan saya, karena saya tergolong orang introvert, terkadang sulit sekali bagi saya untuk berbicara di depan umum, kadang merasa gugup atau istilah kerennya nervous ketika harus berbicara di depan banyak orang. Niatku yang paling utama adalah melatih komun...

Bangga Menjadi Apatis?

“Sebentar lagi pemilu. Udah tau mau milih siapa?” “Ah bodo amat dah. Aku gak suka politik” ***** “Tahun ini banyak yang nyaleg ya. Orang nya juga gak sembarangan.” “Ohya? Aku baru tahu malah. hahaha” (tertawa bangga)  ***** “Tahun ini pertama kali kita milih presiden nih. Kira-kira siapa ya yang bakalan menang?” “Gak tau ah, ikut keluarga aja milih siapa.” ***** “Anies Baswedan maju, coy. Ada istilah ‘turun tangan’ lagi. Gabung yuk?” “Ah kamu kayak anak Sos-Pol aja ngurusin yang begituan.” “Ya jangan apatis juga, bro” “Muak kalo ngeliat apalagi mikirin politik, yin. Kerjaan mereka korup.” “Ya jangan sampe terulang lagi lah” “Bodo ah. Gak penting juga mikirin yang begituan” ***** Saya heran, mengapa banyak orang yang apatis dan dengan bangganya mengaku apatis sedangkan di saat yang sama mereka sibuk memaki pemerintah yang ‘gak ada benernya’ di mata mereka. Mbok ya kalau tahu itu salah yo dibenerin toh. (ala Jowo). Yuk ubah pola pikir kalian teman-...