Diantara sesak jerit, menggedor narasi diruang hampa, sesekali berinai canda-tawa, soal beradu kata dari sedia kala.
Cari Blog Ini
Main Sebentar : Buthak 2868 mdpl
Sabtu, 9 Januari 2016 ditengah hiruk-pikuk UAS, aku bersama tim pendakian beranggotakan Fikri, Angga, Samid, Febri dan temannya, berangkat untuk mendaki gunung Butak yang memiliki ketinggian 2868 mdpl. Gunung Butak ini terletak di kota Batu, bersebelahan langsung dengan gunung Panderman 2000 mdpl. Gunung Butak juga dikenal popular dengan sebutan “Putri Tidur”, karena memang saat dilihat dari kejauhan mirip seperti yang dimaksudkan. Singkat cerita seluruh perlengkapan dan persediaan untuk pendakian telah disiapkan, anggota tim juga telah siap mendaki. Let's Go Passenger…!
Pagi hari sekitar jam 10:30 WIB kami langsung berangkat menuju jalur Panderman yang kita pilih. Di pos Panderman dikenai tiket masuk Rp. 7000/orang dan biaya parkir Rp. 5000/kendaraan. Jalur awal memang sama dengan jalur yang dilalui untuk mendaki Panderman. Kami harus hati-hati karena memang banyak sekali percabangan untuk menuju jalur utama pendakian Butak.Trek pendakian relatif aman, hanya sesekali bergelombang dan menanjak setelah itu kontur relatif naik turun. Kemudian berjalan lebih jauh memasuki hutan yang lebih rimbun dan lama-kelamaan makin gelap dan butiran hujan mulai menetes.
Di tengah derasnya hujan dan gelapnya malam, perjalanan kami masih terus berlanjut dengan menggunakan jas hujan dan head lamp yang seadanya. Kami memutuskan untuk pantang bermalam sebelum mencapai tempat padang savanna rumput yang luas. ditempat ini terdapat sumber air yang mengalir asri.. Tempat yang agak tenang dan damai didapatkan dan kami bermalam di sana. Kami bentangkan tenda, memasak, makan, lalu bersistirahat. Perjalanan dari Malang hingga tiba di padang savana ini terbilang cukup lama dan melelahkan karena tim kami ada cewek.
Minggu, 9 Januari, pagi-pagi sekali kami bangun siap-siap menuju puncak. jalurnya berupa jalan setapak yang lumayan nanjak, namun banyak pepohonan dikanan-kiri yang bisa dijadikan pegangan selama mendaki keatas namun tetap harus berhati-hati. Setelah kira-kira 1 jam akhirnya kami sampai juga di Puncak Gunung Buthak. Puji Tuhan, terucap dalam hati...
Perjalanan menuju puncak
Angga
Samid
Febri
Angga
Gusti
Fikri
Rame-rame, di sponsori oleh Grafika Advertising :)
aku dan bayanganku
minum air, sponsored by Aqu* :)
Setelah puas menikmati keindahan Buthak sembari berfoto-foto, kami kemudian turun kembali menuju Savana. Sesampainya disana kami makan, lalu bergegas berkemas dan turun pulang..
Groufie dalam tenda
Chef samid lagi masak Mie Goreng
Foto Bareng sebelum pulang
perjalanan pulang
Selama perjalanan pulang awan pekat bergulung-gulung telah Nampak dari kejauhan, angin mulai menerpa sedikit kencang, hujan besar sebentar lagi datang. Ternyata benar, sebelum sampai di pos parkir, kami telah basah kepayahan diguyur hujan (lagi) yang benar-benar deras. Singkat cerita akhirnya kami tiba kembali di Malang sekitar jam 18:00 Minggu Sore.
Nge Trip bareng Yuk!
Demikian saja catatan pendakian gunung Butak saya.. Salam Pendaki! Simak videonya berikut:
Sertifikat Asisten Ada banyak sebutan di berbagai fakultas, Asisten Lab (Aslab)/ Asisten Dosen (Asdos) / Asisten Parktikum (Asprak) yang intinya bertugas untuk membantu dosen saat mengajar mata kuliah ber-praktikum. Pendaftaran asisten praktikum Desain dan Pemrograman Web di FILKOM UB dibuka setiap semester genap. Untuk mendaftar asisten banyak kriteria dan seleksi yang harus ditempuh. Diantaranya adalah mahasiswa aktif FILKOM UB, pernah menempuh mata kuliah yang dipilih dengan nilai minimal B. Tentu para asisten adalah orang-orang pilihan sesuai kriteria kampus. Aku pertama kali mendaftar asisten saat masuk semester 6 tahun ajaran 2015/2016. Motivasi utama saya mendaftar waktu itu adalah ingin melawan kelemahan saya, karena saya tergolong orang introvert, terkadang sulit sekali bagi saya untuk berbicara di depan umum, kadang merasa gugup atau istilah kerennya nervous ketika harus berbicara di depan banyak orang. Niatku yang paling utama adalah melatih komun...
Dulu ketika status saya masih “Anak SMA” , saya pengen banget cepat-cepat lulus, nggak sabar pengen kuliah. Mungkin teman-teman juga banyak yang begitu kan ? hayo ngaku deh . Sekarang setelah menjadi anak kuliahan, eh bukannya senang tapi malah pengen balik lagi ke masa putih abu-abu itu. Belum cukup setahun saya menanggalkan status Anak SMA itu , kenangan manis bersama teman-teman REIGA masih segar dalam ingatan, ah pengen kembali mengulangi kisah itu. “Masa SMA memang masa yang paling alay ngangenin” Back to topic, “ Apa sih bedanya sekolah sama kuliah? Toh sama aja kerjaannya belajar belajar juga” . Memang benar, sekolah dan kuliah memiliki kesamaan yaitu : BELAJAR. Tapi menjadi seorang mahasiswa itu TIDAK MUDAH guys. Banyak tantangan yang harus dihadapi sebagai proses menjadi MANDIRI dan DEWASA . Jujur sih waktu saya SMA udah t erbiasa semua disediakan oleh orang tua. Nah i ni lah yang harus diubah mulai dari sekarang sebagai proses biar nanti nggak repot saat ...
“Impian adalah cita-cita, dan cita-cita mengajarkanmu untuk bersabar” Setiap orang pasti mempunyai harapan dan mimpi, begitupun saya, sewaktu kecil saya sering sekali bermimpi-mimpi ingin jadi Pejabat Publik tapi begitu sadar, saya berpikir-pikir lagi. Karena setiap orang juga harus mempunyai jalan hidup masing-masing. Akhirnya dengan dukungan orang tua dan setelah mengetahui bakat, saya memutuskan untuk menjadi seorang cretaivepreneur. Tapi rasanya sulit untuk mewujudkan itu secepat mungkin, dan memang perjuangan untuk mendapatkan hasil yang baik juga butuh proses yang baik pula. Lalu apa sih yang kita harapankan dari Indonesia ini? Sumber Gambar: google images Di negeri kita ini terdapat banyak kekayaan, sumber daya alam yang melimpah dan yang paling penting adalah rakyat nya yang katanya ramah tamah, bermusyawarah dan suka bergotong royong. Budaya saling menghormati di Indonesia seperti wajib dan itu sangat kental di daerah manapun di Indonesia. Walaupun indonesi...
keren, itu pohon pinus bukan. duh aku mah selalu suka sama pohon pinus
BalasHapusfresh banget kayaknya otak kalo udah hiking.. :)
BalasHapusWohooo seru ya emang kalo rame-rame. Walaupun agak serem sih itu kayaknya malem-malem ujan gitu. ._.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus