Langsung ke konten utama

Postingan

IT, Engkaukah Masa Depanku?

Entah mengapa, jurusan IT kian menjadi favorit di perguruan tinggi meski biaya kuliahnya relatif lebih mahal dibandingkan jurusan lainnya. Iya, saya sebagai mahasiswa IT mengalami hal itu. UKT mahal, tiap tahun kampus nerima maba jurusan IT banyak, alhasil nyari tempat parkir di kampus pun susah. *maaf curhat. Ada yg bilang masuk jurusan IT itu mudah, tapi keluarnya (lulusnya) susah. Ada pula yg bilang lulusan IT itu mudah dapat pekerjaan. ada pula yg beranggapan kuliah IT itu untuk apa?, ikut kursus aja udah bisa tahu. Benarkah demikian? Bagaimana sih profesi di bidang yang akan dijalani para mahasiswa IT ini? Saya akan memaparkan bagaimana IT di masa depan sesuai dengan kerangka berpikir saya sebagai mahasiswa yang katanya kuliah di jurusan IT. Dunia IT itu sangat dinamis. Tidak pernah dapat dibayangkan dan diprediksi. Selalu terjadi perkembangan yang pesat. Coba deh liat handphone yang makin canggih dengan fitur smartphone, televisi yang makin tipis dan datar, pe...

Ospek Yang Mencerdaskan

Miris, mendengar berita tentang ospek yang menggunakan kekerasan dan perpeloncoan. Model ospek yang sangat konvensional, primitif dan tidak pantas lagi diterapkan di jaman modern seperti sekarang ini. Justru akan menimbulkan tekanan batin bagi mahasiswa baru dan pasti mereka akan wariskan lagi kepada generasi selanjutnya.   “Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas dan teman seideologi. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah yang menjadi korban-korban baru mahasiswa semacam itu,” -   Soe Hok Gie Kampus adalah tempat berkumpulnya para ilmuwan dan intelektual. Maka sudah sepantasnya civitas akademika menghadirkan ospek yg nyaman dan menyenangkan. Mahasiswa baru seharusnya diperlakukan dengan lebih bermartabat, karena mereka ini adalah calon-calon pendorong kemajuan. Sebagai mahasiswa jurusan Informatika di Program Teknologi Informasi dan I...

Sudahkah diri ini Merdeka?

Andai saya sudah terlahir pada saat negara ini di Proklamirkan 17 Agustus 1945. Rasanya tidak cukup untuk melukiskan kebahagiaan masyarakat saat itu dalam sebuah kata "Merdeka". Kemarin, Seluruh warga Indonesia kembali merayakan hari kemerdekaannya yang ke-69. Merayakan dengan seremonial upacara bendera, pesta rakyat dengan berbagai lomba.  Dibanyak tempat hari-hari ini berjalan kosong begitu saja, termasuk di desa saya, animo menyambut hari kemerdekaan sangat minim, bahkan sepertinya tidak ada rencana merayakan 17 agustus. Hanya menyaksikan orang lain yang merayakannya di TV.  17 AGUSTUS MERDEKA!!!! Saya kembali bertanya pada diri sendiri.. sudahkah diri ini merdeka?  Sudahkah kita Merdeka dari pacar yang posesif? Merdeka dari boss yang killer? merdeka dari jeratan hutang? Merdeka dari belenggu orang tua yang nggak membebaskan kamu memilih jurusan yang kamu inginkan? Merdeka dalam menentukan pilihan saat pilpres, tanpa intimidasi? Atau merdeka...

Salam Tiga Jari : Persatuan Indonesia

Saya menulis artikel ini beberapa jam setelah KPU menetapkan pemenang Pilpres 2014. Proses panjang dan melelahkan akhirnya Pilpres kali ini selesai juga dengan menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih yakni Bapak Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H. M. Jusuf Kalla yg meraih total suara sebesar 53,15 % (70.997.833 suara) , unggul lebih 8 juta suara dari pasangan Prabowo-Hatta. Malaikat tak pernah keliru mencatat kejujuran sehalus debu sekalipun . Pemimpin baru, melahirkan optimisme baru, memberikan harapan baru akan Indonesia yg lebih hebat, Indonesia yang kita dambakan bersama. “Lupakan nomor satu, lupakan nomor dua. Mari kita kembali kepada Indonesia yg satu, Indonesia raya. Kita kuat karena bersatu, kita bersatu karena kita kuat. Salam tiga jari, Persatuan Indonesia” – kutipan dari pidato kemenangan Jokowi-JK. Lewat tulisan ini saya ucapkan Selamat atas Kepercayaan Rakyat yg diamanahkan kepada bapak Jokowi - Jusuf Kalla, ini adalah kemenangan kita be...

Tim Penanggulangan Penyalahgunaan NAPZA dan HIV AIDS Universitas Brawijaya

Pengurus UKM Tegazs UB 2015/2016 Tak terasa kita udah sampai di pertengahan tahun 2014.. Semester kedua di kampus perjuangan ini telah saya lalui, Puji Tuhan UAS telah berakhir dan kini tinggal menunggu penampakannya di SIAM. Semoga tidak mengecewakan. AMIN *sujud syukur*. Di bulan Juni tahun ini,  UKM Tegazs UB genap berusia 11 tahun. Buat yg belum tahu, TEGAZS (Tim Penanggulangan Penyalahgunaan NAPZA dan HIV AIDS) adalah sebuah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang bergerak dibidang sosial di Universitas Brawijaya dan berdiri sejak 26 Juni 2003. Bertepatan dengan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang juga merupakan salah satu program kerja di UKM Tegazs. Di beberapa kampus lainnya juga terdapat UKM sosial sejenis ini, seperti: UKM SEHATI di UMM, UKM KOMANDO di UIN Malang, UKM GARANK di Univ. Kanjuruhan, UKM PERDANA di Poltekkes, UKM GERMAN di UM, UKM PASTI di Polinema, UKM Gerhana di UNNES, UKM Mapanza di Unair, dll So, Happy 11 Anniversary UKM Tegazs , Per...

Antara UAS, Piala Dunia, dan Debat Pilpres

Udah tanggal 14 Juni ya?.. Sebagai mahasiswa yg sedang beranjak ke semester-3, tgl 18-25 Juni nanti saya akan mengikuti Ujian Akhir Semester Genap . Dan salah satu tugas yg bisa dibilang cukup menguras otak dimasa tenang ini adalah project akhir mata kuliah Pemrograman Lanjut, Membuat program untuk mengatur posisi pemain sepak bola menggunakan GUI di Java. (Deskripsi projeknya ada Disini , siapa tau ada yg ngerti dan mau bantuin ). Belum lagi dengan adanya Piala Dunia dan Debat Pilpres 2014 yang selalu saja mengalihkan pandanganku. Meskipun Indonesia belum berhasil lolos ke ajang tersebut, setidaknya Indonesia bisa ikut memeriahkan dengan menonton -_-.  Kalian jagoin siapa?.. Kalo saya masih tetap jagoin Spanyol dong, sama kayak Frandaa .. hehe. Alasannya simple, karena di Timnas Spanyol bertebaran banyak pemain dari club kebanggaan saya, Barcelona especially pemain yg bernomer punggung 8, Andreas Iniesta.  Lanjut ke Debat Pilpres. Kalian jagoin siapa?.....

Pelatihan Menulis Bersama UKM Tegazs UB

Halo guys. Kali ini saya mau share sedikit pengetahuan yg saya dapat dari acara Pelatihan Penulisan yg diadakan UKM Tim Penanggulangan Penyalahgunaan NAPZA danHIV/AIDS (TEGAZS) Universitas Brawijaya, Malang. Bertempat di Lobby EM, 19 April 2014 dengan Pemateri bapak Bambang Semedhi, SE. salah satu dosen di FISIP UB yg sebelumnya telah berpengalaman banyak di dunia jurnalisme, dan beliau juga pernah bekerja di salah satu TV nasional.  Beliau menyampaikan beberapa hal yang mendasar dalam membuat sebuah tulisan/berita. "Agar tulisan kita dapat menarik perhatian pembaca, kita harus cermat dalam membuat Headline dan paragraph pertama dari tulisan tersebut", ungkapnya.   Terdapat 3 cara yang dapat dilakukan untuk membuat Headline agar menarik. Cara pertama adalah memilih data yang most important , kita gunakan data yang dianggap penting untuk diketahui pembaca, kedua most unusual , data yang digunakan adalah yang jarang terjadi atau tidak biasa dilakukan, dan yang keti...